Cara menghilangkan Jerawat , Bekas Jerawat Secara Alami

Cara menghilangkan Jerawat – Bagi kamu yang mengutamakan penampilan, tentu masalah munculnya jerawat di wajah tentu sangat menjengkelkan , terlebih lagi jika banyak bekas jerawat yang di tinggalkan terkadang membuat krisis percaya diri penderitanya. Satu hal yang pasti usaha untuk mengatasi penyakit ini sudah banyak yang membahas nya mulai dari metode ilmiah sampe ke tradisional, nah yang ingin saya sampaikan disini sebelum kita mencari tahu solusi untuk mengatasi dan menghilangkan jerawat ada baiknya kita mengetahui lebih dulu penyebab dan jenis – jenis jerawat yang datang menghampiri anda agar kita bisa mencegahnya datang kembali dan menghilangkan bekas jerawat yang di tinggalkan.

Penyebab Dan Jenis Jerawat
1. Adanya sumbatan lapisan kulit mati pada pori-pori yang terinfeksi.
2. Produksi minyak oleh Kelenjar minyak yang terlalu berlebihan.
3. Faktor keturuan / genetik
4. Faktor hormonal ketika seorang anak menginjak remaja (masa puber).
5. Adanya iritasi kulit.
6. Sedang mengalami stress.
7. Menggunakan alat kontrasepsi seperti Pil KB, dan lain sebagainya.

Jenis – Jenis Jerawat
1. Jerawat Klasik (Jerawat biasa)
Tampilannya mudah dikenali yaitu tonjolan kecil berwarna pink atau kemerahan. Penyebab umumnya adalah stres, hormon dan udara lembap pemicu kulit memproduksi minyak yang menjadi tempat berkembang biaknya bakteri. Akibatnya pori-pori tersumbat karena terinfeksi dengan bakteri.

Pencegahan Dan Pengobatan Pada Jerawat
Gunakan sabun wajah yang mengandung benzoyl-peroxida, atau sabun sulfur untuk membunuh bakteri bakteri penyebab jerawat.Bila dengan obat jerawat yang dijual bebas tidak berhasil, pergilah ke dokter kulit untuk memeriksakannya sekaligus mendapatkan resep obat jerawat yang mengandung vitamin A derivatif seperti Retin-A.
Untuk mengurangi peradangan dan membunuh bakteri, pakailah obat jerawat yang mengandung benzoyl-peroksida.
Salep obat yang mengandung antibiotik seperti Garamicyn (bisa dibeli bebas) salah satunya, bisa dicoba. Salep ini bisa membunuh bakteri dan mengurangi pembengkakan juga peradangan.

2. Jerawat Batu/Jerawat Jagung
Bentuknya besar dengan tonjolan yang meradang hebat, berkumpul hampir di seluruh area wajah (berbeda dengan jerawat biasa yang terdapat hanya di salah satu bagian wajah). Jerawat ini sering membuat penderitanyah hilang kepercaan diri.

Pencegahan Dan Pengobatan
Percuma saja bila Anda menggunakan obat – obat jerawat yang dijual bebas karena tidak akan mampu menangani jerawat jenis ini. Anda harus berkonsultasi pada dokter kulit untuk mengobatinya. Untuk jerawat batu yang hanya satu-dua, penyembuhan yang efektif adalah meminta dokter kulit menyuntik jerawat dengan cortisone, yang membuat jerawat ini sembuh dalam waktu 48 jam.

Cara Menghilangkan Bekas Jerawat
Ada beberapa tips alami di bawah ini yang bisa anda coba salah satunya, yaitu:
Cara 1 : Ambil sepotong ubi kayu. Kupas kulitnya. Buang kulitnya. Bersihkan. Parutkan. Perah untuk dapatkan airnya. Sapukan air perahan pada muka anda yang ada bekas jerawat. Lakukan setiap hari selama seminggu.

Cara 2 : Tumbuk beberapa batang kulit kayu manis dan jadikan serbuk. Campurkan dengan sedikit air. Sapukan pada bekas jerawat. Lakukan selama seminggu.

Cara 3 : Ambil 10 helai daun sireh muda, Bersihkan dan tumbuk lumat. Muka hendaklah dibersihkan dengan air suam dan sapukan sireh pada muka terutama di bagian bekas jerawat. Biarkan kira-kira setengah jam atau hingga kering. Cuci muka bersih-bersih dan lap kering. Lakukan 3 kali seminggu.

Cara 4 : Asah kulit kayu manis dan campurkan dengan madu lebah. Tempelkan pada muka yang meninggalkan bekas jerawat setiap malam. Esoknya, cucilah dengan air suam/hangat kuku.

Cara 5 : sebelum mandi, usapkanlah kulit pisang klutuk (batu) yang sudah matang pada kulit wajah. Biarkan sekitar 10 menit, seolah-olah anda sedang dimasker. Setelah itu bilas dengan air teh basi, dan baru mandi, atau cara kedua adalah dengan menghaluskan biji pinang tua, campur dengan air mawar.

Info – info diatas di kumpulkan dari berbagai sumber semoga bisa memberi hasil bagi anda yang sedang mencari solusi menyelesaikan masalah yang di timbulkan dari bekas jerawat

 

http://www.mileniatech.com

Cara Menjadikan USB Modem Sebagai Hotspot

Assalamualikum Wa.Wb…
Kembali lagi kita ya di dunia  yang penuh keceriaan ini…hehehe. Mudah-mudahan seiring berjalannya waktu semoga blog dunia chayoy ini bisa memberikan informasi yang berguna buat teman udin semuanya. Sebelumnya di Dunia telah membahas Cara Meneruskan Download Pada IDM. Dan Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang  Cara Menjadikan USB Modem Sebagai Hotspot,hal ini saya dapatkan dari teman saya yang kebetulan lagi memakai usb modem saya waktu itu.
Ngomong2 teman chayoy sudah tau belum ,apa sih Hotspot itu…? Kalau belum tau oke dech ana jelaskan sepintas….hohoho. Hotspot Adalah Titik Akses yang memungkinan seseorang dengan komputer yang di lengkapi kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet.Atau Biasanya kebanyakan orang menyebutnya Wi-Fi,dimana Wi-Fi (baca: wai-fai), Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu komplotan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks – WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Hehehe…kok malah ngajari orang…langsung saja dech kita membahas Cara Menjadikan USB Modem Sebagai Hotspot.
Siapa sangka kalau bikin hotspot itu mahal bahkan kita sendiripun bisa membuatnya tentunya dengan di bekali sedikit ilmu,tapi juga gak susah kok… Berikut Cara Menjadikan USB Modem Sebagai Hotspot :
  1. Pertama Buka  “Open Network And Sharing Center”. Kalau letaknya ada itu di kontrol panel atau lebih gampangnya perhatikan gambar di bawah ini.
  2. Apabila telah muncul jendela Open Network And Sharing Center lalu klik “Set Up a New Connection Or Network”.Seperti Pada Gambar di bawwah ini
  3. Lalu akan muncul jendela Set Up a New Connection Or Network.Pada bagian ini silakan teman chayoy klik “Set Up a Wireless ad hoc (computer-to-computer) network” dan selanjutnya pilih next.
  4. Lalu akan muncul jendela Set Up a Wireless ad hoc network,Langsung saja teman chayoy klik next.
  5. Setelah melakukan tahap yang ke -4 ,teman chayoy selanjutnya akan memberikan nama & password untuk hotspot teman chayoy semuanya. Untuk pada kolom network name merupakan nama hotspot kita,sedangkan untuk pada kolom security tipr n key merupakan password untuk hotspot kita. bagi  teman-teman chayoy yang tidak mau membuat password pada hotspotnya bisa bisa melakukannya dengan cara mengganti security tipe nya menjadi “No authentication (open). Dengan begitu semua orang bisa memakai jaringan tersebut. Selanjutnya klik next.
  6. Pada Bagian Ini adalah penutupnya yang menjelaskan tentang spec2 yang kita lakukan tadi.yang teman chayoy harus lakukan adalah meng-klik close.
  7. Berikutnya hospot temann sudah jadi,bisa di lihat pada gambar di bawah untuk hasil jadinya. Untuk Mengetes hotspt kita berfungsi atau tidak,dapat mencobanya di laptop lain,apakah hotspt yanng kita buat tertangkap jarinngannya oleh laptop tersebut.
Sekarang kita sudah punya hotspot sendiri ala personal…hehehe.bagi  teman2yang kurang mengerti silakan gunakan kotak komentar.Mungkin hanya itu yang bisa saya berikan pada kesempatan kali ini,semoga artikel Cara Menjadikan USB Modem Sebagai Hotspot bisa bermamfaat bagi yang membacanya dan kalau  ada kekurangan harap ditambahkan… Wassalam.

25 ngegara paling kotor didunia

Posted by damm11 20.01 No. 25: Port Harcourt, Nigeria

Masalah dengan pembuangan limbah terus mencemari sungai-sungai Nigeria, terutama yang mempengaruhi penduduk di Port Harcourt. Daerah ini kurang memiliki strategi dalam mencegah tumpahan minyak dan kontaminasi, dan metode bersih-bersih setelah bencana memerlukan perbaikan yang signifikan.

No. 24: New Delhi, India

Anda akan menemukan apa saja kecuali kehidupan laut di Sungai Yamuna, New Delhi. Sampah dan kotoran mengalir bebas, menciptakan lingkungan yang kaya untuk pertumbuhan penyakit yang terbawa air yang berkontribusi sangat tinggi dalam tingkat morbiditas bayi.

No. 23: Maputo, Mozambique

Terletak di Samudra Hindia, negara Afrika Timur, Mozambik menderita oleh kurangnya proses sanitasi – spesifik tidak adanya sistem pembuangan limbah padat maupun pengolahan limbah. Ibukota Maputo merasakan konsekuensi terburuk ini. Garis tumpukan sampah di jalan-jalan, dan limbah di sungai itu tampak tebal.

No. 22: Luanda, Angola

Terletak di pantai Angola dengan Samudra Atlantik di bagian baratnya, Luanda adalah kota pelabuhan terbesar. Studi dari beberapa lembaga, termasuk UNICEF dan Oxfam, menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk di Luanda miskin air minum dan dalam beberapa kasus kualitas air minum yang mereka dapat malah berbahaya. Sebagian besar bagian penduduk tinggal di pemukiman penduduk yang disebut musseques yang dibangun di atas limbah mengeras. Air ditampung di pemukiman ini di tanki pribadi mereka, yang secara konsisten menunjukkan tingkat kandungan klorin. Kondisi air seperti ini hanya membantu mengintensifkan epidemi kolera tahun 2006.

No. 21: Niamey, Niger

Sungai Basin Niger, ibu kota Niger, Niamey, adalah tangki septik polusi dan limbah. Di negara dengan total populasi di bawah 14 juta, harapan hidup sehat pada kelahiran adalah 35 untuk pria dan 36 untuk perempuan, sebagian dikarenakan buruknya sanitasi dan air minum. Sekitar satu dari empat anak yang dibesarkan di sini akan meninggal sebelum berusia 5 tahun, kata Organisasi Kesehatan Dunia.

No. 20: Nouakchott, Mauritania

Terletak di utara Afrika, Mauritania berada di Utara Samudera Atlantik antara Senegal dan Sahara Barat. Nouakchott, ibukota negara, terletak di pantai barat. Karena gurun-seperti iklim, kekeringan dan pengelolaan air merupakan masalah penting bagi negara. Deposit minyak lepas pantai dan bijih besi berfungsi sebagai peluang utama negara industri, tapi mayoritas dari penduduk bergantung pada pertanian.

No. 19: Conakry, Guinea Republic

Harapan hidup, morbiditas bayi, dan persentase dari populasi yang memiliki akses ke air yang aman teramat rendah untuk Conakry, ibukota Republik Guinea. Sebelumnya Bank Dunia berinisiatif memfokuskan Conakry pada pasokan air dan sanitasi yang belum terbukti keberhasilannya.

No. 18: Lome, Togo

Lome, ibukota Togo, berada di sebelah barat daya negara dan dekat perbatasan dengan Ghana. Air dan pengelolaan limbah telah menjadi salah satu masalah utama negara sebagai persentase besar penduduk terus hidup tanpa akses terhadap air atau sanitasi. Luas banjir di Togo hanya memperbesar masalah.

No. 17: Pointe Noire, Congo

Kongo daftar kedua kota menderita yang memiliki banyak polutan yang sama seperti kota tetangga, Brazzaville — polusi udara dari emisi kendaraan dan pencemaran air yang tak terkendali dari massa limbah pembongkaran di kota mencemari pasokan air. Menurut CIA WorldFactBook, sekitar 70% dari populasi Kongo tinggal di Brazzaville atau Pointe Noire atau sepanjang jalan kereta api, yang menghubungkan keduanya.

No. 16: Bamako, Mali

Bamako, ibukota Mali, dan kota terbesar di negara ini terletak di Sungai Niger. Pertumbuhan penduduk yang cepat, ditambah dengan polusi perkotaan tak terkendali, adalah tantangan yang dihadapi ibu kota di antara kesehatan dan sanitasi. Kekeringan telah menyebabkan migrasi dari daerah pedesaan ke lingkungan perkotaan ibukota, yang hanya menyebabkan lebih banyak isu-isu pengelolaan air.

No. 15: Ouagadougou, Burkina Faso

Sebuah studi Bank Dunia baru-baru ini menunjukkan bahwa ada peningkatan penyakit kanker dan penyakit pernapasan akibat peningkatan polusi udara di Ouagadougou, ibukota Burkina Faso. Peningkatan tingkat benzena, dari bensin sepeda motor, dan peningkatan partikel debu, sebesar rata-rata hampir tiga kali dinyatakan WHO-batas sehat, menyumbang angka peningkatan ini. Di sebuah kota yang ditandai dengan musim hujan, pengelolaan limbah dan sanitasi juga menghadapi tantangan

No. 14: Moscow, Russia

Di kota di mana Anda dapat membayar sebesar $ 3.000 /bulan untuk apartemen yang bahkan tidak memiliki air bersih, Moskow juga telah mengganggu tingkat polusi udara, yang menyajikan ketegangan sehari-hari pada kesehatan paru-paru.

No. 13: Bangui, Central African Republic

Bangui, ibukota Republik Afrika Tengah, menghadapi tantangan air dan sanitasi yang mirip dengan ibukota negara-negara tetangganya. Seiring dengan pesatnya peningkatan populasi, ditambah dengan kurangmemadainya tempat dan pengelolaan air limbah, banyak menekankan pada ibu kota.

No. 12: Dar es Salaam, Tanzania

bu kota negara Afrika timur ini kebijakan populasi terus tumbuh, menempatkan tekanan pada program sanitasi kota. Limbah padat, memasuki Sungai Msimbazi, memberikan kontribusi untuk penyakit infeksi menyebar luas di kalangan penduduk.

No. 11: Ndjamena, Chad

Ndjamena, ibu kota Chad, menghadapi multi tantangan pengelolaan air. Sebuah situs untuk perhatian utama di sini adalah Conventional Basin of Lake Chad, yang mana negara sangat tergantung pada perikanan utama. Juga patut dicatat – masuknya pertumbuhan penduduk yang terus-menerus, migrasi dipercepat oleh pengungsi tetangganya, Sudan dari Darfur, yang menempatkan beban yang tak terduga pada pengelolaan air.

No. 10: Brazzaville, Congo

Polusi dari emisi udara, kekurangan air minum dan pencemaran air dari kotoran mentah di kota itu berkontribusi dalam daftar masalah kesehatan dan sanitasi untuk Brazzaville, ibukota Kongo. Masing-masing menekankan pada harapan hidup penduduk setempat.

No. 9: Almaty, Kazakhstan

Pernikahan industri berbasis petroleum dan kurangnya perlindungan terhadap pencemaran menata panggung untuk krisis lingkungan hidup di kota ini. Tempat pembuangan sampah beracun memerlukan label harga yang sangat besar untuk perbaikan dan harga yang lebih besar untuk diabaikan.

No. 8: Baghdad, Iraq

Kualitas air yang buruk di Baghdad mengancam memperburuk penularan penyakit yang terbawa air di kota. Wabah kolera yang fatal melanda beberapa provinsi negara, termasuk Baghdad dari Agustus 2007 sampai Desember 2007. United Nations Environment Programme (UNEP) juga mengatakan polusi udara, yang dihasilkan dari pembakaran minyak dan diperparah oleh perang, sangat dikhawatirkan.

No. 7: Mumbai, India

Pemerintah India berharap untuk mengubah Mumbai kembali ke kota metropolitan yang berkembang setelah kemerosotan ekonomi baru-baru ini. Sebuah laporan sektor swasta, Visi Mumbai, mengusulkan perubahan infrastruktur, pengendalian pencemaran dan strategi pertumbuhan ekonomi, yang berkontribusi pada mencari sekitar $ 1 miliar bantuan dari pemerintah India.

No. 6: Addis Ababa, Ethiopia

Adis Ababa, ibukota Ethiopia, wajah salah satu kota dengan masalah sanitasi yang terburuk di kedua benua Afrika dan juga di dunia. Kurangnya program-program sanitasi yang memadai mengakibatkan kematian bayi, harapan hidup rendah dan transmisi penyakit dari air yang diangkut lewat pesawat.

No. 5: Mexico City, Mexico

Mexico City, ibu kota Meksiko, dan ibu kota dari polusi udara Amerika Utara, memperkirakan tahunini emisi ozon tidak sehat hampir 85%. Lokasi geografis Meksiko – di tengah-tengah kawah gunung berapi dan dikelilingi oleh pegunungan – hanya berfungsi untuk terkunci pada polusi udara, menyebabkan kabut asap tetap di atas kota.

No. 4: Port au Prince, Haiti

Politik di negara itu diilhami kekerasan dan korupsi yang didokumentasikan dengan baik. Sama bahayanya: dengan udara dan air. Sebagai pelayan salah satu pelabuhan utama di pulau Hispaniola, Port au Prince Haiti merupakan pusat pembangunan ekonomi. Kurangnya kontrol polusi. Namun, menyumbang masalah lingkungan luas untuk dihadapi kota Haiti.

No. 3: Antananarivo, Madagascar

Madagaskar, terletak di lepas dari pantai tenggara Afrika di Samudera Hindia, tahun ini terdaftar dengan ibukota provinsi, Antananarivo. Terkenal dengan berbagai flora dan fauna yang unik, Madagaskar telah sering disebut sebagai benua kedelapan dunia, tapi dampak dari populasi manusia dengan cepat meninggalkan jejak kaki mereka.

No. 2: Dhaka, Bangladesh

Terletak di selatan Asia, antara Burma dan India, Dhaka, ibukota Bangladesh bertempur dengan ancaman pencemaran air. Air permukaan sering tebal dengan penyakit dan polutan dari penggunaan pestisida komersial. Dengan sekitar 150 juta orang yang tinggal di daerah yang relatif kecil, membersihkannya adalah masalah tidak mudah.

No. 1: Baku, Azerbaijan

Dikelilingi oleh Iran, Georgia, Rusia dan Armenia di Laut Kaspia, Azerbaijan telah lama menjadi pusat kegiatan minyak. Sebagai akibatnya, Baku, ibukotanya, menderita tingkat polusi udara yang mengancam jiwa yang diakibatkan oleh pengeboran dan pengiriman minyak

Sampingan
Indonesia dalam Keadaan BahayaFERGANATA INDRA RIATMOKOPetugas membukakan pintu akses utama LP Cebongan di Desa Sumberadi, Mlati, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (25/3/2013). Berbagai aktivitas di lapas tersebut telah berangsur normal pasca-penyerbuan gerombolan bersenjata api tiga hari sebelumnya yang mengakibatkan empat tahanan tewas. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

JAKARTA, KOMPAS.com – Penyerbuan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, DI Yogyakarta, merupakan teror terhadap publik, hukum, dan negara. Pemerintah harus membentuk tim investigasi untuk mengusut kasus itu. Apalagi, hal itu sudah menjadi sorotan publik internasional. Jika kasus itu tak diungkap, Indonesia terancam bahaya karena negara dikuasai gerombolan bersenjata.

Desakan dibentuknya tim investigasi atau pencari fakta disuarakan sejumlah kalangan, antara lain Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Komaruddin Hidayat; Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Franz Magnis-Suseno dan Mudji Sutrisno; Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Andalas, Padang, Saldi Isra; Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Haris Azhar; dan Direktur Eksekutif Imparsial Poengky Indarti, secara terpisah, Senin (25/3/2013), di Jakarta.

Menurut Komaruddin, penyerangan LP Cebongan tersebut mencerminkan terjadinya demoralisasi angkatan bersenjata, baik Polri maupun TNI. Hal itu pukulan bagi pemerintah karena hukum dan pemerintah kehilangan wibawa, dan orang cenderung mencari keadilan dengan caranya sendiri.

”Yang bahaya, kalau pencarian keadilan itu kemudian dengan menggunakan senjata. Dampak negatifnya sangat besar karena masyarakat seakan mendapat pembenaran untuk melakukan kekerasan. Ini juga menambah daftar panjang pelanggaran hak asasi manusia (HAM), pembunuhan, dan penculikan, tetapi aktornya tidak ditemukan,” katanya.

”Sangat perlu Presiden membentuk tim pencari fakta. Kalau (fakta) tidak dibuka dan pelaku tidak dihukum, negara dalam keadaan bahaya karena negara dikuasai kelompok preman dan penegakan hukum tidak berjalan,” kata Magnis.

Tercatat sejumlah media asing melaporkan peristiwa itu, antara lain kantor berita Malaysia Bernama, Bangkok Post (Thailand), The Straits Times (Singapura), Asahi Shimbun (Jepang), Xinhua (China), Voice of America (Amerika Serikat), The Herald (Skotlandia), The Vancouver Sun (Kanada), serta beberapa kantor berita asing.

Menurut Komaruddin, tim investigasi independepen mesti melibatkan tokoh-tokoh kredibel dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) harus mendukung penuh dengan segala risikonya, terutama jika nanti ada orang kuat yang terlibat.

Menurut Mudji, kasus tersebut menunjukkan suatu kebiadaban. Di negara hukum, yang terjadi justru hukum rimba. Karena itu, Presiden SBY harus serius menangani kasus itu. Kalau tidak, akan tercipta benih-benih yang menunjukkan Indonesia jauh dari negara yang beradab.

Haris Azhar menilai, secara politis kasus itu merupakan teror terhadap publik dan negara. Warga yang diamankan malah tambah tidak aman. ”Presiden harus memberikan dukungan penuh. DPR jangan cuma berkomentar, tetapi tunjukkan kawalannya atas kasus ini,” katanya. Poengky Indarti berharap polisi bekerja sama dengan polisi militer untuk menangkap pelakunya.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum Jakarta Febi Yonesta menegaskan, penyerangan tersebut memperlihatkan kegagalan pemerintah. ”Khususnya, kegagalan Kementerian Hukum dan HAM dalam melindungi para tahanan,” ujarnya.

Saldi Isra mengingatkan pentingnya mengungkap kasus tersebut secara tuntas. Dalam konteks bernegara, kegagalan pengungkapan penyerangan itu sama saja dengan kegagalan Presiden melindungi rakyatnya. ”Ini kan kantor pemerintah. Milik pemerintah saja diserang dan tidak bisa melindungi, apalagi melindungi rakyatnya,” kata Saldi.

Kemarin, pemimpin sejumlah lembaga yang tergabung dalam forum Mahkamah Agung, Kementerian Hukum dan HAM, Kejaksaan Agung, dan Kepolisian sepakat agar kasus tersebut diungkap tuntas. ”Jangan khawatir, seluruh pimpinan lembaga tadi meyakinkan bahwa siapa pun pelakunya harus diungkap,” ujar Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana.

Di Sleman, Kepala LP Cebongan Sukamto Harto mengatakan ada potensi kerawanan. ”Dari berkas yang ada, keempat tahanan itu terlibat dalam pembunuhan anggota TNI AD. Untuk menghindari adanya aksi pembalasan seperti kasus di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, dibutuhkan pengamanan tambahan,” ujarnya.

Menyadari hal itu, Sukamto meminta bantuan pengamanan ke Polda DI Yogyakarta. Ia juga menghubungi Polsek Mlati untuk melakukan patroli di sekitar LP.

Pemindahan tahanan, menurut Kapolda DI Yogyakarta Brigadir Jenderal (Pol) Sabar Rahardjo, disebabkan plafon tahanan Mapolda DI Yogyakarta jebol. Namun, berdasarkan pengamatan, ruang tahanan di Lantai 2 Direktorat Reserse Umum dan Khusus tersebut hanya terlihat bocor di bagian plafon.

Sebelum kejadian, Sabar mengatakan telah meminta bantuan pengamanan LP ke Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta. ”Wakapolda telah meminta bantuan ke Kepala Staf Korem agar ditugaskan patroli ke sana (LP). Menurut informasi, Kepala Staf Korem sudah memerintahkan ke Detasemen Polisi Militer,” ujarnya. Namun, saat penyerangan tidak terlihat satu pun petugas polisi dan TNI berjaga-jaga di sekitar LP.

Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayor Jenderal Hardiono Saroso mengatakan, pihaknya siap membantu Polda DI Yogyakarta untuk mengungkap pelaku penyerangan. ”Jangan berspekulasi siapa pelakunya. Semua menjadi tanggung jawab penuh saya,” katanya. (IAM/FER/ANA/DWA/RYO/ABK/ANS/SEM/PRA/EDN)

 

Sumber :
Kompas Cetak

INDONESIA DALAM KEADAAN BAHAYA

DATABASE MAHASISWA

Capture3

RUMUS

Private Sub Command1_Click()
Dim A, jr, ps, tm, urut, asString
Text5.Text = 20 & Left(Text2.Text, 2)
A = Mid(Text2.Text, 3, 1)
If A = “1” Then
jr = “SISTEM INFORMASI”
ElseIf A = “2” Then
jr = “MANAJEMEN INFORMATIKA”
ElseIf A = “3” Then
jr = “TEHNIK INFORMATIKA”
ElseIf A = “4” Then
jr = “KOMPUTER AKUTANSI”
End If
Text3.Text = jr
A = Mid(Text2.Text, 4, 2)
If A = “01” Then
ps = “STRATA SATU”
ElseIf A = “02” Then
ps = “DIPLOMA EMPAT”
ElseIf A = “03” Then
ps = “DIPLOMA TIGA”
ElseIf A = “04” Then
ps = “DIPLOMA DUA”
End If
Text4.Text = ps
Text6.Text = Right(Text2.Text, 3)
End Sub

Private Sub text1_KeyPress(KEYASCII As Integer)
If KEYASCII = 13 Then
Text2.SetFocus
End If
End Sub

Private Sub Command2_Click()
Data1.Recordset.AddNew
Text1.SetFocus
End Sub

Private Sub Command3_Click()
Data1.Recordset.Update
End Sub

Private Sub Command4_Click()
Data1.Recordset.Delete
text1.setfocus
End Sub

Private Sub Command5_Click()
End
End Sub

PROGAM VISUAL BASIC 6.0

A. INPUT JURUSA

input nilai1

input nilai2

RUMUS SHORTCUT

Private Sub Command1_Click()
Dim a, jurusan, progamstudi, asString
Text5.Text = “20” & Left(Text2.Text, 2)
a = Mid(Text2.Text, 3, 1)
If a = “1” Then
jurusan = “sistem informasi”
ElseIf a = “2” Then
jurusan = “manajemen informarmatika”
ElseIf a = “3” Then
jurusan = “teknik informasi”
ElseIf a = “4” Then
jurusan = “komputer akuntasi”
End If
Text3.Text = jurusan
a = Mid(Text2.Text, 4, 2)
If a = “00” Then
progamstudi = “strata satu”
ElseIf a = “02” Then
progamstudi = “diploma empat”
ElseIf a = “03” Then
progamstudi = “diploma tiga”
ElseIf a = “04” Then
progamstudi = “diploma dua”
End If
Text4.Text = progamstudi
Text6.Text = Right(Text2.Text, 3)
End Sub

Private Sub Command2_Click()
Text1.SetFocus
Text1 = “”
Text2 = “”
Text3 = “”
Text4 = “”
Text5 = “”
Text6 = “”
End Sub

Private Sub Command3_Click()
Text1.SetFocus
Text1 = “”
Text2 = “”
Text3 = “”
Text4 = “”
Text5 = “”
Text6 = “”
End Sub

Private Sub Command4_Click()
End
End Sub

Private Sub Text1_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
Text2.SetFocus
End If
End Sub

B. MICROSOFT VISUAL BASIC 6.0
visual basic 6

visual basic 62

RUMUS SHORTCUT

Private Sub Chkbold_Click()
If Chkbold.Value = 1 Then
lbltexs.FontBold = True
Else
lbltexs.FontBold = False
End If
End Sub

Private Sub Chkitalic_Click()
If Chkitalic.Value = 1 Then
lbltexs.FontItalic = True
Else
lbltexs.FontItalic = False
End If
End Sub

Private Sub Chkunderline_Click()
If Chkunderline.Value = 1 Then
lbltexs.FontUnderline = True
Else
lbltexs.FontUnderline = False
End If
End Sub

Private Sub Chkstrikethru_(clik)
If Chkstrikethru.Value = 1 Then
lblteks.FontStrikethru = True
Else
lblteks.FontStrikethru = False
End If
End Sub

Private Sub Command1_Click()
End
End Sub

Private Sub Optred_Click()
lbltexs.ForeColor = vbRed
End Sub

Private Sub Optgreen_Click()
lbltexs.ForeColor = vbGreen
End Sub

Private Sub Optblue_Click()
lbltexs.ForeColor = vbBlue
End Sub

Private Sub Optyellow_Click()
lbltexs.ForeColor = vbYellow
End Sub

C. TAUFIK UDIN

taufik1

taufik2

RUMUS SHORTCUT

Private Sub Check1_Click()
Label2.FontBold = Check1.Value
End Sub

Private Sub Check2_Click()
Label2.FontItalic = Check1.Value
End Sub

Private Sub Command1_Click()
Label2.Caption = Text1.Text
End Sub

Private Sub Command2_Click()
End
End Sub

Private Sub Option1_Click()
Label2.ForeColor = vbBlue
End Sub

Private Sub Option2_Click()
Label2.ForeColor = vbRed
End Sub

D. DATA BUKU
buku

buku2

RUMUS SHORTCUT

Private Sub Command1_Click()
Dim a, judulbuku, pengarang, penerbiT, asstring
Text4.Text = “20” & Right(Text1.Text, 2)
a = Mid(Text1.Text, 3, 3)
If a = “sim” Then
judulbuku = “sistem informasi menejemen”
ElseIf a = “edp” Then
judulbuku = “elektronik data processing”
ElseIf a = “mnj” Then
judulbuku = “manajemen”
ElseIf a = “cdr” Then
judulbuku = “coreldraw”
ElseIf a = “rlp” Then
judulbuku = “rekayasa perangkat lunak”
End If
Text2.Text = judulbuku
a = Mid(Text1.Text, 3, 3)
If a = “sim” Then
pengarang = “ndra setiawan”
ElseIf a = “edp” Then
pengarang = “desti istiqoma”
ElseIf a = “mnj” Then
pengarang = “sandi fitra jaya”
ElseIf a = “cdr” Then
pengarang = “tri indah sari”
ElseIf a = “rlp” Then
pengarang = “ernita sari”
End If
Text3.Text = pengarang
a = Mid(Text1.Text, 3, 3)
If a = “sim” Then
harga = “75900”
ElseIf a = “edp” Then
harga = “62000”
ElseIf a = “mnj” Then
harga = “43000”
ElseIf a = “cdr” Then
harga = “53000”
ElseIf a = “rlp” Then
harga = “83000”
End If
Text6.Text = harga
a = Left(Text1.Text, 1)
If a = “a” Then
penerbiT = “andi offset yogyakarta”
ElseIf a = “i” Then
penerbiT = “indah surabaya”
ElseIf a = “s” Then
penerbiT = “salemba empat”
ElseIf a = “e” Then
penerbiT = “elek media komputindo”
ElseIf a = “m” Then
penerbiT = “maxicom”
Text5.Text = penerbiT
End If
End Sub

Private Sub Command2_Click()
Text1.SetFocus
Text1 = “”
Text2 = “”
Text3 = “”
Text4 = “”
Text5 = “”
Text6 = “”
End Sub

Private Sub Command3_Click()
Text1.SetFocus
Text1 = “”
Text2 = “”
Text3 = “”
Text4 = “”
Text5 = “”
Text6 = “”
End Sub

Private Sub Command4_Click()
End
End Sub

E. DATA BUKU 2
buku3

buku33

RUMUS SHORTCUT

Private Sub Command1_Click()
Dim a, judulbuku, pengarang, penerbiT, asstring
Text4.Text = “20” & Mid(Text1.Text, 5, 2)
a = Left(Text1.Text, 3)
If a = “sim” Then
judulbuku = “sistem informasi menejemen”
ElseIf a = “edp” Then
judulbuku = “elektronik data processing”
ElseIf a = “mnj” Then
judulbuku = “manajemen”
ElseIf a = “cdr” Then
judulbuku = “coreldraw”
ElseIf a = “rlp” Then
judulbuku = “rekayasa perangkat lunak”
End If
Text2.Text = judulbuku
a = Left(Text1.Text, 3)
If a = “sim” Then
pengarang = “ndra setiawan”
ElseIf a = “edp” Then
pengarang = “desti istiqoma”
ElseIf a = “mnj” Then
pengarang = “sandi fitra jaya”
ElseIf a = “cdr” Then
pengarang = “tri indah sari”
ElseIf a = “rlp” Then
pengarang = “ernita sari”
End If
Text3.Text = pengarang
a = Left(Text1.Text, 3)
If a = “sim” Then
harga = “75900”
ElseIf a = “edp” Then
harga = “62000”
ElseIf a = “mnj” Then
harga = “43000”
ElseIf a = “cdr” Then
harga = “53000”
ElseIf a = “rlp” Then
harga = “83000”
End If
Text6.Text = harga
a = Right(Text1.Text, 1)
If a = “a” Then
penerbiT = “andi offset yogyakarta”
ElseIf a = “i” Then
penerbiT = “indah surabaya”
ElseIf a = “s” Then
penerbiT = “salemba empat”
ElseIf a = “e” Then
penerbiT = “elek media komputindo”
ElseIf a = “m” Then
penerbiT = “maxicom”
Text5.Text = penerbiT
End If
End Sub

Private Sub Command2_Click()
Text1.SetFocus
Text1 = “”
Text2 = “”
Text3 = “”
Text4 = “”
Text5 = “”
Text6 = “”
End Sub

Private Sub Command3_Click()
Text1.SetFocus
Text1 = “”
Text2 = “”
Text3 = “”
Text4 = “”
Text5 = “”
Text6 = “”
End Sub

Private Sub Command4_Click()
End
End Sub

F. PT.PULANG PETANG SETIAP HARI
golongan

GOLONGAN2

RUMUS SHORTCUT

Private Sub Command1_Click()
Dim a, golongan, kodestatus, status, jabatan, bagian, gajipokok, tunjangan, totalgaji, asstring
Text4.Text = “” & Left(Text11.Text, 4)
a = Mid(Text11.Text, 5, 1)
If a = “a” Then
golongan= “a”
ElseIf a = “b” Then
golongan= “b”
ElseIf a = “c” Then
golongan= “c”
End If
Text1.Text = golongan
a = Mid(Text11.Text, 5, 1)
If a = “a” Then
jabatan= “manajer”
ElseIf a = “b” Then
jabatan= “Ka Seksi”
ElseIf a = “c” Then
jabatan= “Staff”
End If
Text5.Text = jabatan
a = Mid(Text11.Text, 5, 1)
If a = “a” Then
gajipokok= “4000000”
ElseIf a = “b” Then
gajipokok= “3500000”
ElseIf a = “c” Then
gajipokok= “3000000”
End If
Text7.Text = gajipokok
a = Mid(Text11.Text, 5, 1)
If a = “a” Then
tunjangan= “1025000”
ElseIf a = “b” Then
tunjangan= “975000”
ElseIf a = “c” Then
tunjangan= “925000”
End If
Text8.Text = tunjangan
a = Mid(Text11.Text, 7, 1)
If a = “s” Then
kodestatus= “s”
ElseIf a = “m” Then
kodestatus= “m”
ElseIf a = “j” Then
kodestatus= “j”
ElseIf a = “d” Then
kodestatus= “d”
End If
Text2.Text = kodestatus
a = Mid(Text11.Text, 7, 1)
If a = “s” Then
status= “single”
ElseIf a = “m” Then
status= “menikah”
ElseIf a = “j” Then
status= “janda”
ElseIf a = “d” Then
status= “duda”
End If
Text3.Text = status
a = Right(Text11.Text, 3)
If a = “keu” Then
bagian= “Accounting”
ElseIf a = “adm” Then
bagian= “Administrasi”
ElseIf a = “sdm” Then
bagian= “General Affair”
ElseIf a = “edp” Then
bagian= “ip Unit”
ElseIf a = “spm” Then
bagian= “Security”
End If
Text6.Text = bagian
Text9.Text = Val(Text7.Text) + Val(Text8.Text)
End Sub

Private Sub Command2_Click()
Text10.SetFocus
Text1 = “”
Text2 = “”
Text3 = “”
Text4 = “”
Text5 = “”
Text6 = “”
Text7 = “”
Text8 = “”
Text9 = “”
Text10 = “”
Text11 = “”
End Sub

Private Sub Command3_Click()
Text10.SetFocus
Text1 = “”
Text2 = “”
Text3 = “”
Text4 = “”
Text5 = “”
Text6 = “”
Text7 = “”
Text8 = “”
Text9 = “”
Text10 = “”
Text11 = “”
End Sub

Private Sub Command4_Click()
end
End Sub

Private Sub Text10_keypress(keyascii As Integer)
If keyascii = 13 Then
Text11.SetFocus
End If
End Sub

G. DATA BUKU3

taufikcom1

taufik com2

taufikcom3

RUMUS SHORTCUT

Private Sub cmdbatal_Click()
Cbokode.SetFocus
Cbokode.Text = “”
Txtjudul.Text = “”
Txtpengarang.Text = “”
Txttahun.Text = “”
Txtpenerbit.Text = “”
txtharga.Text = “”
End Sub

Private Sub cmdkeluar_Click()
End
End Sub

Private Sub cmdlagi_Click()
Cbokode.SetFocus
Cbokode.Text = “”
Txtjudul.Text = “”
Txtpengarang.Text = “”
Txttahun.Text = “”
Txtpenerbit.Text = “”
txtharga.Text = “”
End Sub

Private Sub cmdproses_Click()
Dim a As String
a = Left(Cbokode.Text, 1)
If a = “a” Then
Txtpenerbit.Text = “Andi Offset Yogyakarta”
ElseIf a = “i” Then
Txtpenerbit.Text = “Indah Surabaya”
ElseIf a = “s” Then
Txtpenerbit.Text = “Salemba Empat”
ElseIf a = “e” Then
Txtpenerbit.Text = “Elek Media Komputindo”
ElseIf a = “m” Then
Txtpenerbit.Text = “Maxicom”
End If

a = Mid(Cbokode.Text, 3, 3)
If kode = “sim” Then
Txtjudul.Text = “Sistem Informasi Manajemen”
Txtpengarang.Text = “Yati Nur Oktavia”
txtharga.Text = “75900”
ElseIf a = “edp” Then
Txtjudul.Text = “Elektronik Data Proses”
Txtpengarang.Text = “Imam Tarmizi”
txtharga.Text = “62000”
ElseIf a = “mnj” Then
Txtjudul.Text = “Manajemen”
Txtpengarang.Text = “Valentina Mariana Adiwiyanti”
txtharga.Text = “42000”
ElseIf a = “cdr” Then
Txtjudul.Text = “Corel Draw”
Txtpengarang.Text = “Riyan Suhandi”
txtharga.Text = “453000”
ElseIf a = “rpl” Then
Txtjudul.Text = “Rekayasa Perangkat Lunak”
Txtpengarang.Text = “Sinta umpu singa”
txtharga.Text = “83000”
End If

Txttahun.Text = “20” & Right(Cbokode.Text, 2)

End Sub

Private Sub Form_Load()
Cbokode.AddItem “a-sim-01”
Cbokode.AddItem “i-edp-02”
Cbokode.AddItem “s-mnj-03”
Cbokode.AddItem “e-cdr-04”
Cbokode.AddItem “m-rpl-05”
End Sub

S E K I A N 🙂

PROGAM VISUAL BASIC

Udah jadi hal umum kalo kuliah dapet tugas bikin progam visual basic. bikin progam meski dengan format yang masih agak acak2an karena masih proses belajar membuat progam, akhirnya aku bisa nyelesein tugas pemograman pak nuraminudin(*begadang bikinnya). Jadi pengen share ke temen-temen tentang Pemograman  ini. Mohon maaf ya misal ada kekurangan dalam penulisan rumus (*Kritik&Saran saya harapkan), semoga bermanfaat. 🙂

A. PERKALIAN DUA BILANGAN

perkalian dua bilangan

ada bilangan

RUMUS SHORTCUT

Private Sub Command1_Click()
Text3.Text = Val(Text1.Text) * Val(Text2.Text)
End Sub

Private Sub Command2_Click()
Text1.SetFocus
Text1.Text = “”
Text2.Text = “”
Text3.Text = “”
End Sub

Private Sub Command3_Click()
End
End Sub

Private Sub Text1_keypress(keyascii As Integer)
If keyascii = 13 Then
Text2.SetFocus
End If
End Sub

B. KALKULATOR MINI

kalkulator

KALKULATOR AD BILANGAN

RUMUS SHORTCUT

Private Sub Command1_Click()
Text3.Text = Val(Text1.Text) + Val(Text2.Text)
End Sub

Private Sub Command2_Click()
Text3.Text = Val(Text1.Text) * Val(Text2.Text)
End Sub

Private Sub Command3_Click()
Text3.Text = Val(Text1.Text) / Val(Text2.Text)
End Sub

Private Sub Command4_Click()
Text3.Text = Val(Text1.Text) – Val(Text2.Text)
End Sub

Private Sub Command5_Click()
Text1.SetFocus
Text1 = “”
Text2 = “”
Text3 = “”
End Sub

Private Sub Command6_Click()
End
End Sub

Private Sub Text1_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
Text2.SetFocus
End If
End Sub

C.DATA NILAI MAHASISWA

data mahasiswa

data mahasiswa9

RUMUS SHORTCUT

Private Sub Command1_Click()
Text7.Text = Val((Text3.Text) + Val(Text4.Text) + Val(Text5.Text) + Val(Text7.Text)) / 4
End Sub

Private Sub Command2_Click()
Text1.SetFocus
Text1 = “”
Text2 = “”
Text3 = “”
Text4 = “”
Text5 = “”
Text6 = “”
Text7 = “”
End Sub

Private Sub Command3_Click()
Text1.SetFocus
Text1 = “”
Text2 = “”
Text3 = “”
Text4 = “”
Text5 = “”
Text6 = “”
Text7 = “”
End Sub

Private Sub Command4_Click()
End
End Sub

Private Sub Form_Load()

End Sub

Private Sub Text1_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
Text2.SetFocus
End If
End Sub

Private Sub Text2_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
Text3.SetFocus
End If
End Sub

Private Sub Text3_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
Text4.SetFocus
End If
End Sub

Private Sub Text4_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
Text5.SetFocus
End If
End Sub

Private Sub Text5_KeyPress(KeyAscii As Integer)
If KeyAscii = 13 Then
Text6.SetFocus
End If
End Sub

Update terbaru berita penemuan Anaconda terbesar di dunia

Pada postingan sebelumnya, saya memberitakan mengenai penemuan Yacumama atau anaconda raksasa sepanjang 40 meter. Namun pada catatan kaki, saya menggarisbawahi kemungkinan foto ular tersebut bukanlah foto Yacumama yang diambil oleh Mike dan Greg Warner.

Baca artikel sebelumnya : Anaconda terbesar di dunia ditemukan di Amazon

Kelihatannya foto anaconda diatas memang bukan berasal dari Mike dan Greg Warner. Media memberitakan mengenai penemuan ini namun melampirkan foto yang salah.

Foto anaconda diatas berasal dari sebuah website amerika latin, entah Brasil atau Argentina. Nama web tersebut adalah popa.com (yang sayangnya isinya menggunakan bahasa Spanyol atau portugal – I don’t know).Sedangkan 700 foto yang dibawa oleh Mike dan Greg Warner hanya berisi gambar-gambar kabur tanpa ada citra ular yang jelas. Itulah sebabnya mereka membawa pulang foto-foto itu untuk diteliti lebih lanjut. Ini adalah salah satu dari 700 foto tersebut :


Apa yang dilihat oleh Mike dan Greg sebagai Ular ternyata hanyalah sebuah objek samar yang dapat menimbulkan multi tafsir. Saya melihat gundukan lumpur, bagi mereka itu adalah badan ular. Jadi Klaim yang diberikan oleh mereka mengenai penemuan Yacumama masih akan mendapat tantangan dari kalangan sains.

Kesimpulannya adalah Foto ular di postingan sebelumnya adalah foto ular asli, namun memang ternyata bukan yang dimaksud oleh Mike dan Greg Warner. Kelihatannya Ular Anaconda sepanjang 40 meter memang masih merupakan legenda yang belum terbukti kebenarannya.

(forteanzoology.blogspot.com)

Berita Aneh dan Unik Terbaru Kisah Penemuan Galaksi Bima Sakti

Bila kita memiliki kesempatan untuk pergi ke daerah yang jauh dari cahaya lampu perkotaan dan cuaca betul-betul cerah tanpa awan, kita akan dapat melihat selarik kabut yang membentang di langit. “Kabut” itu ikut bergerak sesuai dengan gerakan semu langit, terbit di timur dan terbenam di barat.

Selarik kabut di langit yang kita kenal dengan Bima Sakti atau “Jalur Susu” bagi orang Yunani dan Romawi kuno. Kabut ini membentang melintasi seluruh bola langit, sebagaimana ditunjukkan oleh foto panorama Bima Sakti pada gambar diatas.

Keberadaan kabut ini telah dijelaskan keberadaannya oleh berbagai peradaban semenjak lama. Di kalangan masyarakat Jawa kuno, pada musim kemarau kabut ini melewati zenith, membentang dari timur ke barat, menyerupai sepasang kaki yang mengangkangi Bumi.

Kaki ini adalah milik Bima, anggota keluarga Pandawa yang diceritakan dalam pewayangan Mahabharata. Demikian besar tubuhnya dan betapa saktinya ia, sehingga kabut itu dinamakan Bima Sakti, sebuah nama yang hingga saat ini masih kita gunakan untuk menamai gumpalan kabut tersebut.

Nun jauh dari Jawa, di Yunani, masyarakat di sana memberikan nama lain untuk objek yang sama. Mitologi Yunani menceritakan kelahiran Herakles (dinamakan Hercules dalam mitologi Romawi), anak raja diraja para dewa Zeus dengan Alcmene yanghanya seorang manusia biasa.

Hera, istri Zeus yang pencemburu, menemukan Herakles dan menyusuinya. Herakles sang bayi setengah dewa menggigit puting Hera dengan kuatnya. Hera yang terkejut kesakitan melempar Herakles dan tumpahlah susu dari putingnya, berceceran di langit dan membentuk semacam jalur berkabut.

Tumpahan susu ini kemudian dinamakan ‘Jalan Susu’. Demikianlah imajinasi orang-orang Yunani menamakan kabut tersebut, atau galaxias dalam Bahasa Yunani.

Oleh orang-orang Romawi kuno, yang mitologinya kurang lebih sama dengan mitologi Yunani, galaxias diadaptasi menjadi Via Lactea atau ‘Jalan Susu’ dalam Bahasa Latin. Dari sini pulalah kita memperoleh nama ‘Milky Way’ yang juga berarti ‘Jalan Susu’ dalam Bahasa Inggris.

Hakikat kabut ini tidak banyak dibicarakan dalam kosmologi Aristotelian, dan Aristoteles sendiri menganggap kabut ini adalah fenomena atmosfer belaka yang muncul dari daerah sublunar.

Namun, ketika Galileo mengembangkan teknologi teleskop dan mengarahkannya ke kabut ‘Jalan Susu’, ia melihat ratusan bintang. Di daerah ‘berkabut’ terdapat konsentrasi bintang yang lebih padat daripada daerah yang tidak dilewati oleh pita ‘Jalan Susu’.

Rupanya kabut ini tak lain adalah kumpulan dari cahaya bintang-bintang yang jauh dan kecerlangannya terlalu lemah untuk bisa ditilik oleh mata manusia, sehingga agregat dari pendaran cahaya mereka terlihat bagaikan semacam kabut atau awan.

Bagaimana menjelaskan Kabut ‘Jalan Susu’ atau ‘Bima Sakti’ dalam konteks susunan jagad raya?

Alam semesta yang dibayangkan Thomas Wright dari Durham.

Seorang pembuat jam yang mempelajari astronomi secara mandiri, Thomas Wright dari Durham, menjelaskan gejala ini sebagai akibat dari posisi kita dalam sebuah kulit bola.

Thomas Wright menuliskan ini pada tahun 1750 dalam bukunya ‘An original theory or new hypothesis of the Universe’, dan membuat ilustrasi seperti gambar di atas.

Bintang-bintang tersebar merata pada sebuah kulit bola. Andaikan Matahari kita terletak pada titik A, maka bila kita melihat ke arah B dan C kita akan melihat lebih sedikit bintang daripada bila kita melihat ke arah D dan E.

Kabut ‘Jalan Susu’ yang merupakan daerah di langit dengan konsentrasi bintang yang lebih tinggi inilah yang kita lihat sebagai arah D dan E.

Sebagai alternatif, Thomas Wright juga memodelkan bintang-bintang yang terdistribusi menyerupai cincin pipih, dan ini juga dapat menjelaskan keberadaan kabut ‘Jalan Susu’.

Bila Matahari terletak di permukaan cincin ini, kita akan melihat lebih banyak bintang bila melihat ke arah permukaan cincin, namun tidak akan banyak bintang yang dapat kita amati bila kita melihat ke arah yang tegak lurus permukaan cincin.

Filsuf Jerman Immanuel Kant mengatakan bahwa “Nebula” Andromeda adalah sistem bintang yang mandiri dan menyerupai sistem Bima Sakti.

Filsuf Jerman Immanuel Kant kemudian membaca buku Thomas Wright dan kemudian memodifikasi ide Wright dan mengatakan bahwa bintang-bintang terdistribusi membentuk cakram pipih.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa cakram pipih ini merupakan sebuah sistem gravitasi yang mandiri dan di luar sistem ini juga terdapat sistem-sistem lain yang berbentuk serupa.

Lebih lanjut Kant berspekulasi bahwa objek-objek menyerupai awan yang disebut juga nebula, dari Bahasa Yunani yang berarti “awan” yang beberapa di antaranya diamati oleh astronom Charles Messier adalah sistem bintang mandiri yang lokasinya jauh dari sistem bintang ‘Jalur Susu’ tempat Matahari kita berada.

Baik ide Thomas Wright maupun Immanuel Kant merupakan spekulasi belaka di hadapan kurangnya data mengenai distribusi bintang-bintang di sekitar Matahari kita.

Usaha serius untuk memetakan bintang-bintang di sekitar Matahari kita dilakukan kemudian oleh seorang pemusik Jerman yang menjadi pengungsi di Inggris: Friedrich Wilhelm Herschel yang kemudian dikenal dengan nama Inggrisnya yaitu William Herschel.

Astronom Jerman-Inggris William Herschel adalah pengamat astronomi terhebat pada zamannya. Tidak hanya ia bekerja memetakan bintang-bintang di sekitar Matahari, tetapi ia juga menemukan Planet Uranus. Sumber: Koleksi Galeri Potret Nasional, London, Inggris Raya.

Herschel memulai penggunaan statistik dalam astronomi dengan mempraktikkan cacah bintang. Yang dilakukan Herschel adalah menyapu seluruh daerah langit secara sistematis dengan teleskopnya dan menghitung jumlah bintang yang dapat ia lihat di dalam daerah pandang teleskopnya.

Dengan cara ini ia dapat memetakan kerapatan bintang ke segala arah dari Matahari. Herschel juga mengambil asumsi penting yaitu mengandaikan kecerlangan intrinsik semua bintang besarnya sama dengan kecerlangan Matahari, sehingga dengan mengukur kecerlangan semu setiap bintang, ia dapat mengetahui jarak setiap bintang dari Matahari.

Pengandaian ini tentu saja tidak tepat karena banyak bintang yang secara intrinsik jauh lebih terang maupun lebih redup daripada Matahari kita, namun Herschel berharap bahwa Matahari adalah bintang yang jamak ditemukan di alam semesta dan oleh karena itu dapat menjadi cuplikan yang mewakili seluruh bintang.

Dengan cara ini ia berhasil membuat peta sistem bintang ‘Jalur Susu’” Pada masa ini teori gravitasi Newton sudah diterima sebagai sebuah realitas dan digunakan untuk menjelaskan kekuatan yang dapat menjelaskan keterikatan satu sama lain Matahari dan bintang-bintang di sekitarnya membentuk sistem bintang.

Dengan dua kenyataan ini, teori gravitasi Newton dan cacah bintang Herschel, orang menyadari bahwa Matahari adalah bagian sistem bintang-bintang yang terikat secara gravitasi, dan “kabut” Jalur Susu adalah akibat dari posisi kita di dalam sistem ini.

“Galaksi” kemudian menjadi nama bagi sistem bintang-bintang ini, dan nama Galaksi kita adalah Milky Way atau orang Indonesia menyebutnya Bima Sakti. Nama yang berasal dari narasi mitologis boleh tetap sama, namun paradigma “Jalur Susu” telah berubah.

Penampang silang Galaksi Bima Sakti berdasarkan hasil cacah bintang William Herschel. Lokasi matahari terletak agak dekat ke pusat, dan Galaksi ini bentuknya agak lonjong. Sumber: Hoskins, M. editor, Cambridge Illustrated History of Astronomy, Cambridge Univ. Press, 1997.

Atas: Pandangan ke arah Pusat Galaksi kita.
Kiri bawah:
Galaksi Pusaran atau Messier 51, salah satu galaksi dekat tetangga Galaksi Bima Sakti.
Kanan bawah: Nebula Rajawali atau Messier 16 di arah Rasi Waluku.
Sumber: Digital Sky/HST/ESO.

Memasuki abad ke-20, ukuran Galaksi Bima Sakti dan lokasi persis Matahari kita di dalamnya belum diketahui dengan pasti.

Teka-teki kedua yang tidak kalah pentingnya adalah hakikat dari nebula-nebula yang banyak ditemukan di sekitar Matahari.

Apakah mereka adalah sistem-sistem bintang yang setara dengan Galaksi Bima Sakti namun mandiri, ataukah mereka adalah bagian dari sistem Bima Sakti?

Tanpa mengetahui informasi akurat mengenai jarak nebula-nebula ini, siapapun bebas berspekulasi. Nebula yang banyak diamati pada masa itu adalah nebula Andromeda dan nebula-nebula lainnya yang berbentuk spiral maupun nebula-nebula lainnya yang bentuknya tak beraturan.

Dilihat dengan teleskop pada akhir abad-19, kedua objek ini terlihat sama saja dan tidak bisa dibedakan mana yang lebih dekat ataupun lebih jauh jaraknya dari Matahari.

Sebagaimana telah disinggung sebelumnya, menurut Immanuel Kant, objek-objek ini letaknya sangat jauh, berada di luar Galaksi Bima Sakti, dan merupakan sistem bintang yang menyerupai Bima Sakti namun independen, Mereka adalah “pulau-pulau kosmik.”

Bagi astronom Harlow Shapley, nebula-nebula tersebut jaraknya relatif dekat dan merupakan bagian dari Galaksi Bima Sakti.

Harlow Shapley adalah orang yang berjasa mengukur dimensi Galaksi kita. Dengan menggunakan bintang jenis tertentu, ia dapat mengukur jarak yang sangat jauh dari Matahari kita, mencapai ribuan tahun cahaya.

Pada tahun 1920, diadakan debat terbuka antara Harlow Shapley dengan astronom Heber Curtis yang mengusung pendapat bahwa nebula-nebula tersebut adalah sistem yang independen.

Dalam debat yang di kemudian hari dinamakan sebagai Debat Akbar (The Great Debate) ini, kedua pembicara memaparkan data pengamatan astronomi yang mendukung hipotesis mereka, akan tetapi debat ini tidak menghasilkan kesimpulan yang pasti mengenai skala Galaksi dan alam semesta kita
.

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Berita Aneh dan Unik Terbaru dengan judul Berita Aneh dan Unik Terbaru Kisah Penemuan Galaksi Bima Sakti. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://tergesa.blogspot.com/2011/08/kisah-penemuan-galaksi-bima-sakti.html. Terima kasih!

Misteri Penemuan Piramida terbaru di Laut Segitiga Bermuda

Beberapa ilmuwan Amerika Serikat dan Perancis serta negara lainnya pada saat melakukan survey di area dasar laut Segitiga Bermuda,Samudera Atlantik. Hasil survery mereka menemukan sebuah piramida berdiri tegak di dasar laut yang tak pernah diketahui orang, berada dibawah ombak yang menggelora!.

Panjang sisi dasar piramida ini mencapai 300 meter,tingginya 200 meter,dan jarak ujung piramida ini dari permukaan laut sekitar 100 meter.Jika bicara tentang ukuran,piramida ini lebih besar skalanya dibandingkan dengan piramida Mesir kuno yang ada di darat.

Di atas piramida terdapat dua buah lubang yang sangat besar,air laut dengan kecepatan tinggi melalui kedua lubang ini,dan oleh karena itu menggulung ombak yang mengamuk dengan membentuk pusaran raksasa yang membuat perairan disekitar ini menimbulkan ombak yang dahsyat menggelora dan halimun pada permukaan laut.Penemuan terbaru ini membuat para ilmuwan takjub.
Bagaimanakah orang dulu membangun piramida dan hidup didasar laut dengan lautnya yang gemuruh menggelora? Ada beberapa ilmuwan Barat yang berpendapat bahwa Piramida di dasar laut ini mungkin awalnya dibuat diatas daratan,lalu terjadi gempa bumi yang dahsyat,dan tenggelam ke dasar laut seiring dengan perubahan di darat.

Ilmuwan lainnya berpendapat bahwa beberapa ratus tahun yang silam perairan di area Segitiga Bermuda mungkin pernah sebagai salah satu landasan aktivitas bangsa Atlantis,dan Piramida di dasar laut tersebut mungkin sebuah gudang pemasokan mereka.

Ada juga yang curiga bahwa Piramida mungkin sebuah tanah suci yang khusus dilindungi oleh bangsa Atlantis pada tempat yang mempunyai sejenis kekuatan dan sifat khas energi kosmosnya.

Piramida ini bisa menarik dan mengumpulkan sinar kosmos,medan energi atau energi gelombang lain yang belum diketahui.Struktur pada bagian dalamnya mungkin adalah resonansi gelombang mikro,yang memiliki efek terhadap suatu benda dan menghimpun sumber energi lainnya.
Benarkah demikian? Master Li Hongzhi dalam buku Zhuan Falun mempunyai penjelasan tentang penemuan peradaban prasejarah sebagai berikut:

“Di atas bumi ada benua Asia,Eropa,Amerika Selatan,Amerika Utara,Oceania,Afrika dan benua Antartika,yang oleh ilmuwan geologi secara umum disebut ‘lempeng kontinental’.Sejak terbentuknya lempeng kontinental sampai sekarang,sudah ada sejarah puluhan juta tahun.

Dapat dikatakan pula bahwa banyak daratan berasal dari dasar laut yang naik ke atas,ada juga banyak daratan yang tenggelam ke dasar laut,sejak kondisi ini stabil sampai keadaan sekarang,sudah bersejarah puluhan juta tahun.

Namun dibanyak dasar laut,telah ditemukan sejumlah bangunan yang tinggi besar dengan pahatan yang sangat indah,dan bukan berasal dari warisan budaya umat manusia modern,jadi pasti bangunan yang telah dibuat sebelum ia tenggelam ke dasar laut.” Dipandang dari sudut ini,misteri asal mula Piramida dasar laut ini sudah dapat dipecahkan

sumber

Sumber : http://otakberita.blogspot.com/2012/07/misteri-penemuan-piramida-terbaru-di.html#ixzz2HjThDU8H